The LORD is my shepherd; I shall not want.
- Psalms 23:1

Thursday, April 3, 2014

#Challenge 3: Carpe Diem Learned From "Before I Fall"

Third day's challenge: A book you love.

Hai hai!

Hampir aja lupa buat nulis tantang ketiga ini! Oke, tantangan untuk hari ini adalah menulis tentang buku favorit, satu aja. Banyak buku yang udah aku baca dan aku suka, mayoritas sih novel-novel drama remaja yang penuh dengan bumbu manis nan romantis gitu. Kalau disuruh milih satu, untuk saat ini buku favoritku adalah novel remaja berjudul Before I Fall karangan penulis Amerika, Lauren Oliver.



Buku ini menceritakan tentang seorang gadis populer bernama Samantha Kingston yang mendapatkan kesempatan untuk mengulang hari kematiannya sebanyak 7 kali. Selama mengulang-ulang hari kematiannya ini, dia merasakan berbagai hal berbeda yang nggak pernah dia rasakan sebelumnya. Yang sebelumnya dia selalu diterima dalam bergaul, dia merasakan rasanya ditolak. Yang biasanya makan di kantin semeja sama anak-anak populer lainnya, dia merasakan makan di dalam toilet layaknya anak terkucilkan. Setelah enam kali mengulang hari kematiannya, akhirnya pada hari ketujuh perjalanannya benar-benar berakhir saat dia menyelamatkan seseorang yang nggak pernah dia pikirkan sebelumnya.

Yang bikin aku suka sama buku ini adalah setelah selesai baca, tanpa sadar aku perlahan belajar untuk memanfaatkan waktu yang aku punya sekarang. Aku nggak tahu kapan aku akan 'dipanggil', aku juga nggak akan mungkin mendapatkan kesempatan untuk mengulang hari kematianku selama 7 hari dan memperbaiki semua kesalahanku, jadi aku belajar untuk benar-benar memanfaatkan waktuku sebaik-baiknya. Aku mulai belajar untuk pede dan nggak malu dianggap aneh, karena pikirku saat aku udah nggak ada nanti orang-orang justru akan mengenang aku melalui keanehan yang nggak bisa ditemui di orang lain, selain aku tentunya. Aku juga belajar untuk mengekspresikan perhatian dan sayangku sama orangtua tanpa malu-malu lagi karena aku takut nggak bisa mengekspresikannya lagi di lain waktu. Memang hidup harus optimis, tapi aku kan nggak tau masa berlaku ku di dunia ini sampai kapan. Lewat buku ini, aku mengerti kalau waktu harus dimanfaatkan dengan baik supaya nantinya manusia nggak pergi dengan penyesalan. Selagi ada waktu, nikmati aja apa yang bisa  dilakukan selama berada di dunia ini. Mumpung dikasih kesempatan, hajar aja sekalian. Mumpung bisa milih, kenapa harus tenggelam dalam kesedihan kalau bisa bangkit dan bahagia? Kalo ngikutin istilah yang sempat happening banget beberapa waktu lalu tuh YOLO, you only live once. Live your life so you'll not leave in regret.

Nah, itu buku yang aku suka dan alasanku kenapa bisa suka sama buku itu. Kalau kamu, buku yang kamu suka apa? Trus kenapa kok bisa suka buku itu? Bagiin di komentar dong, atau bikin post sendiri aja di blog kamu, jangan lupa cantumin link biar aku bisa baca dan kita bisa saling berbagi :D

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca :D

Take care, God bless us!

Wednesday, April 2, 2014

#Challenge 2: Kepo!

Hai hai :D

Butuh waktu lama buat aku mengerti maksud dari #Challenge nomor 2 yang berbunyi "Something you feel strongly about" ini, sampai-sampai aku buka google buat referensi. Ternyata oh ternyata, yang dimaksud adalah keprihatinanku terhadap sesuatu.



Sejak munculnya kata "kepo", aku adalah orang yang sering banget dijuluki "kepo" sama teman-temanku karena selalu pengen tau apa yang terjadi sama mereka. Dulunya, sebelum kata itu terbentuk, aku nggak pernah lho dikatain "kepo", malah seringnya aku dan teman-teman sharing masalah masing-masing siapa tau bisa saling bantu atau sekedar jadi pendengar yang baik. Jujur, setelah sering dikatain "kepo" aku jadi malas tanya-tanya sama seseorang karena takut itu bisa melanggar privasi dia. Dari apa yang terjadi ini, aku mikir, jangan-jangan nanti orang makin nggak peduli lagi dengan sesamanya.


Tuesday, April 1, 2014

#Challenge 1: 5 Kriteria Cowok yang Bikin Klepek-klepek

Hai hai!

Hahaha apa banget ya ini topik bahasannya, rada nggak jelas dan emang nggak penting tapi tetep aja mau ditulis. Jadi cuy, aku lagi ikutan semacam blog challenge gitu untuk menulis selama 30 hari. Melihat aku males nulis, ngeblog biasa cuma pas jalan-jalan aja padahal itu terjadi beberapa bulan sekali, aku memutuskan buat cari blog challenge list di google. Dari sekian banyak list yang disortir, aku nemu ini yang menurutku emang rada absurd tapi sebenarnya seru buat ditulis.

Sebenarnya niatan untuk ikut tantangan ini bukan cuma muncul dari kesadaran akan rasa malas doang sih, tapi karena suka baca blognya dosenku yang gahul Miss Tata dan blognya kakak tingkatku mbak Pucil yang udah lebih dulu ikutan challenge begini. Main-main deh ke blog beliau berdua ini, postingannya asyik buat dibaca sambil leha-leha, lho :D

Baiklah, mari membahas topik untuk hari pertama. Di listnya itu tertulis 5 cara untuk mendapatkan hatiku. Hahaha, rada geli juga sih waktu bacanya. Takut-takut ini nanti malah jadi panduan gitu buat para lelaki disana yang mau bribik (baca: flirting, gebet) akuh *HAHAHA* *abaikan* Sebenarnya aku nggak yakin sih ada cara khusus atau nggak bagi seorang lelaki untuk mendapatkan hatiku, ceileh. Soalnya, biasanya tuh yang naksir duluan akuuh. Kaya sama pacarku ini, yang duluan naksir kan aku karena gigi dia lucu kaya drakula. Iya, emang nggak penting dan aneh banget alasanku naksir dia.

Berhubung nggak ada cara spesifik untuk mendapatkan hatiku, jadi aku ubah aja ya jadi 5 kriteria cowok yang bisa mendapatkan hatiku, atau dalam kata lain bisa bikin aku klepek-klepek.

Sunday, March 30, 2014

Semarang, Tak Cukup Sehari

Hai hai :D

Selamat menikmati akhir pekan yang panjang, guys! Selamat menunaikan ibadah Nyepi juga bagi umat Hindhu :) Kira-kira apa sih yang kamu lakukan buat mengisi waktu liburmu ini? Tiduran di rumah sambil baca buku dan nyeruput teh hijau atau seperti aku kemarin, jalan-jalan sama orang tersayang? Apapun yang kamu lakukan, semoga liburanmu menyenangkan yaa :D

Kemarin aku dan pacar buat jalan-jalan ke Semarang buat merilekskan pikiran sebelum mid-test. Iya cuy, setelah libur ini kita langsung menghadapi mid-test! Sebenarnya cara merilekskan pikiran tuh banyak yang sederhana sih, mandi air anget sambil nyalain lilin aromaterapi itu juga termasuk, lho, tapi aku sama pacar mau pilih cara yang ribet ajah hehehe.


Monday, March 24, 2014

Kisah di Balik Status

Terinspirasi dari tulisan di blognya dosen saya, Miss Tata dengan judul yang sama (klik disini untuk baca), aku jadi pengen ikut-ikutan. Yaah, walaupun giveaway yang diikuti Miss Tata udah ditutup, nggak pa-pa kan yak kalo aku iseng ikut-ikutan :B Terimakasih penyelenggara giveaway yang sudah kasih inspirasi nulis buat aku!Yang penasaran giveaway apa yang menginspirasi aku bisa klik link ini, tapi itu sudah ditutup ya saudara saudari :D



Sebagai anak muda yang masih mencari jati diri (bukan ababil, cuma masih mencari jati diri aja), aku adalah seseorang yang hobi nulis status di Facebook apalagi Twitter. Isi statusnya juga kadang nggak mutu, kadang juga kelewat ga penting sampe rasanya pengen aku hapus aja status-status memalukan itu. 

Waktu lagi ngepoin Profile Facebook sendiri, jujur aku mengernyitkan dahi sendiri karena lupa alasan dan kisah di balik status-status gajeku. Setelah menyortir, akhirnya terpilihlah 2 status berikut yang untungnya masih membekas di memori alasan dan kisah di balik status-status itu terpublished ke dunia maya.

Thursday, February 27, 2014

Perbincangan Tentang Tahu dan Kenal

Mencuri-curi waktu buat mengisi kekosongan blog ini sambil mengerjakan tugas History of English Literature bareng temen-temen di angkringan dekat kos. Sudah memasuki bulan pertama perkuliahan saudara-saudara sekalian dan tugasnya mulai menghantui...kaya hantu.

Beberapa waktu yang lalu aku mengupdate status di jejaring sosial Facebook karena terinspirasi oleh perbincangan malam hari sama pacar. Seorang teman yang biasa aku panggil Anya pun meninggalkan komentar di status itu, dia menyarankan aku untuk menaruh tulisan itu di blog Tumblr juga. Berhubung aku lagi malas Tumblr-an dan moodnya lagi di blogspot, jadi aku salin disini aja deh isi statusnya itu. Hoho :D

Wednesday, February 12, 2014

Fokus Pada Titik

Kuliah sudah dimulai! Selamat datang semester 6! Selamat datang mata-mata kuliah yang bakal menghantui! Bener juga ya kalo semester 6 tuh mulai memasuki 'nerakanya' Sastra Inggris (gatau kalo neraka jurusan lain masuknya di semester berapa hehe), soalnya mata kuliahnya udah macem hantu gitu; meneror, mengancam, bergentayangan, dan hantu itu adanya di neraka (katanya), di sorga kayaknya nggak ada hantu sih. Eh, tapi nggak tau juga soalnya belum pernah kesana hehe

Nah, pagi tadi aku mengikuti mata kuliah Estetika yang diampu oleh dosen sekaligus seorang Romo, which is not a favorite lecturer here. Dulu sempet juga sih ga sreg sama beliau karena berasa kelasnya tu boring gitu, bikin ngantuk dan nggak ngerti sama apa yang diomongin, roaming gitu deh. Tapi setelah aku nyoba buat duduk di depan dan dengerin beliau, ternyata kelasnya itu asik banget! Tiap keluar dari kelasnya tuh binder aku adaaa aja isi quote tentang kehidupan dari dia, asik banget deh pokoknya. Jadi sadar kenapa dulu aku bisa bosen banget di kelasnya dia, soalnya aku gamau dengerin dan nganggap omongannya tuh ga penting, trus waktu tes lisan aku gabisa jawab, dapat nilai jelek, ngomel-ngomel deh. Padahal penyebabnya diriku sendiri hohoho Ya gitulah, untung bisa sadar yak.

Semester 6 ini, aku dapat mata kuliah Estetika yang mana mata kuliah terakhir bersama Rm. Hary. Setelah ini ga bakal dapet kelasnya Rm. Hary lagi, cuy, karena semester 7 udah mulai persiapan untuk thesis alias skripsi! Pagi ini adalah hari pertama untuk mata kuliah Estetika dan Rm. Hary membukanya dengan berdongeng tentang wayang. Inti dari cerita wayang tentang Rama, Shinta dan Rahwana yang Rm. Hary ceritain adalah, cerita wayang ini punya banyak macam versi. Ada yang endingnya tragis, sedih, ada juga yang bahagia nan romantis kaya yang biasa kita denger versi Jawanya. Pandangan orang sama Rahwana juga beda-beda, ada yang bilang doi jahat, tapi ada juga tuh yang menganggap Rahwana ini pahlawan. Yang mana yang bener? Entahlah...

Setelah bercerita tentang wayang, Rm. Hary nampilin gambar-gambar yang mana kalo kita lihat dari berbagai posisi tuh bisa menghasilkan gambar lain. Salah satu gambar yang menarik perhatian aku adalah titik kecil warna hitam yang dikelilingi kabut kehitaman, yang ini nih:

Thursday, January 30, 2014

7 Akun Socmed yang Biasanya Dikepoin

Sejak tahun 2013 kemarin muncul kata "kepo" yang sebenernya nggak ada yang tahu pasti ini kata asalnya darimana dan artinya apa. Biasanya sih kata kepo ini dijuluki kepada orang yang penasaran banget dan pengen tahu sesuatu gitu. Kalo sebelumnya orang yang pengen tahu tuh dikatain, "Mau tau aja deh ih!" sekarang istilahnya dipersingkat jadi, "Kepo deh ih!"

Kepo itu baik sih sebenarnya karena salah satu bentuk perhatian terhadap sesama. Bayangin deh kalo nggak ada orang kepo, bakal acuh dan ga peduli satu sama lain cuy! Bakal banyak antis (anti-sosial, bukan hand sanitizer) bermunculan di dunia ini, hiks! Menyeramkan!

Aku sendiri adalah salah satu orang yang sering dijuluki kepo dan aku mengakui itu, soalnya aku nih emang orangnya pengen tau banget. Pengen tau banget Nikita Willy itu perawatan di salon apa kok bisa terlihat dewasa gitu. Nggak penting emang, namanya juga kepo, harus banget kah kepoin hal yang penting? Haha :D


Cara yang dipake untuk ngepo itu banyak sekali, bisa dimulai dari nanya-nanya ke orang sekitar, stalking akun jejaring sosial sampai utak-atik handphone si obyek kepo. Dari sekian banyak cara, yang paling mainstream sekaligus paling mudah sementara ini adalah mengakses akun jejaring sosial si obyek. Kalo nanya langsung kan biasanya gengsi ya, ntar dibilang ngurusin kehidupan orang lain lagi. Kalo yang terakhir itu... Hm, mending jangan dipraktekkin deh karena berpotensi menimbulkan masalah di dalam kehidupanmu, cuy. 

Untuk melakukan kegiatan mengepo, pastikan udah ada obyek untuk dikepo dulu. Kalo belum ada obyeknya ya sama aja podo karo sami mawon to yo, nggak bisa terwujud itu niat luhur berbagi pedulinya. Kalo emang gatau mau kepo siapa, nih aku kasih daftar akun-akun jejaring sosial yang biasanya dikepoin.

Knowledge Taken From Knowledge Sharing

Kemarin aku dateng ke sebuah acara sharing yang diselenggarakan oleh kampusku, pembicaranya adalah seorang hebat yang sekarang jadi CEO Gramedia. Kebetulan, beliau yang bernama Agung Adi Prasetyo ini adalah alumni dari kampusku, Universitas Sanata Dharma. Beliau lulus tahun 1981 *busyet, eyke belom dibikin bo!*, waktu itu Sadhar belum universitas sih, masih IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan).

Gambal diambil dari sini

Nah, di sharingnya kemarin tuh aku belajar banyaaak banget cuy dan aku juga menyadari satu hal yang terabaikan dariku *tsaahh. Walaupun doi business man, tapi sharingnya kemarin tuh bukan tentang cara berbisnis biar dapet untung banyak lho. Sesuai tema, kemarin doi sharing kiat menjadi seorang penerobos. Wew, apakah itu maksudnya?

Tuesday, January 28, 2014

Kreativitas Itu Keterbatasan

Di jaman canggih seperti sekarang, makin banyak aja nemuin lowongan kerja yang mencantumkan kreativitas pada kriteria calon pelamarnya, dan untuk memenuhi kebutuhan perut tentu saja banyak orang yang mencantumkan kata yang menurut KBBI memiliki arti kemampuan untuk mencipta di dalam curriculum vitae-nya.

Gambar disadur dari sini


Kreativitas di mataku

Menurutku pribadi, kreativitas itu unik karena semua orang pasti punya komponen ini dalam dirinya, hanya saja kadarnya berbeda-beda. Aku pribadi jujur kagum dengan orang-orang yang kreativitasnya tinggi, mampu menciptakan sesuatu yang di luar kotak--yang nggak mau mengikuti aliran trend. Kalo anak gahul biasa bilang sih orang kreatif ini anti-mainstream, walau kadang mereka gamau disebut anti-mainstream karna anti-mainstream itu sendiri mainstream hehehe

Di mataku, kreativitas itu muncul saat seseorang dalam posisi kekurangan padahal lagi butuh. Sekedar cerita, dulu aku pernah pengeeeennn banget bisa main badminton, tapi sayangnya aku ga punya raket dan kok. Kalo minjem terus ke tetangga kan yo nggak penak to yo, yang punya kan pasti pengen pake juga. Kasian mungkin liat anaknya mupeng (muka pengen) nonton orang main badminton, akhirnya Papa-ku membuatkan aku dan adik set badminton darurat. Lha kok darurat? Hehe, jadi raketnya itu terbuat dari papan triplek yang dibentuk kotak dan ada gagangnya, sedangkan koknya sendiri terbuat dari kerikil kecil imut yang dibungkus kertas dan dilapisi lakban. Bisa gitu mainan pake alat kaya gitu? Bisa aja, cuma ya ga seenak pake raket bersenar nilon.

Pagi ini waktu lagi ngobrol sama seorang teman tentang pentas Beauty and the Beast (yang penasaran sama pertunjukan ini bisa klik disini untuk artikelnya dan disini untuk beberapa fotonya) kita dulu, otakku jadi menjabarkan arti dari kata kreativitas, lebih tepatnya merefleksikan sih. Hasil refleksi dari otakku ini adalah kreativitas itu muncul saat keterbatasan ada. Lho, kenapa gitu? Gini...